Monday, July 30, 2012

Jadwal Bulu Tangkis Olimpiade London RCTI 2012


Berikut ini adalah jadwal tayangan siaran langsung bulutangkis olimpiade london 2012 di RCTI.

  • Badminton Mixed Doubles Qualification (Live! - RCTI: Sabtu 28 Juli 2012, Pukul 15.00 WIB)
  • Badminton Mens Doubles Qualification (Live! - RCTI: Minggu 29 Juli 2012, Pukul 01.00 WIB)
  • Badminton Mixed Doubles Qualification (Live! - RCTI: Minggu 29 Juli 2012, Pukul 15.00 WIB)
  • Badminton Men's Singles (Senin 30 Juli 2012, Pukul 00.30 WIB)
  • Badminton Woman Single Qualifiction (Live! - RCTI: Senin 30 Juli 2012, Pukul 15.00 WIB)
  • Badminton Women/Men Doubles Qualification (Senin 30 Juli 2012, Pukul 23.00 WIB)
  • Badminton Women/Men Doubles Qualification (Selasa 31 Juli 2012, Pukul 23.00 WIB)
  • Badminton Mixed Doubles Qualification (Rabu 1 Agustus 2012, Pukul 00.30 WIB)




Jadwal pertandingan bulutangkis Timnas Indonesia di Olimpiade London 2012 biasanya paling ditunggu karena di cabang inilah atlet Indonesia diharapkan mampu membawa kabar gembira dengan menjuarai nomor beregu maupun perseorangan walaupun hasil dari undian Timnas Indonesia tidak mudah karena harus menghadapi lawan berat di babak awal.




Saturday, July 21, 2012

my creation :D

taraaaaaaa \(^o^)/ this is my creation guys :D it was started from my origami paper that not i used to be something before, but.... after that my brain was thinking about this. so i do it and make a new ornament in my bedroom :) is it nice guys? i hope you'll say : YES !! :D and it will be your inspiration too. so... this is it !!!



picture 1 : waking up, praying, doing

picture 2 : welcome in my room
(especially this, formerly there is only the blue round paper behind, and after that i added my origami paper creation there.. I think long enough about what i must write there in order to the picture will fill fully.. so that's the result guys)



picture 3 : SUCCESS !!


that what i was dreaming of !!!
someday i'll be success person, AMIN !!

Friday, July 20, 2012

Tips Berburu Beasiswa


it's like what i'd said before, this article maybe could be your preference :) happy reading !!
written by : Nuning Hallett
Tulisan ini berkisah tentang pengalaman berburu beasiswa. Saya yakin, cerita tentang pengalaman mendaftar beasiswa di Indonesia untuk ke luar negeri sudah banyak, misalnya disini http://motivasibeasiswa.org/2011/01/tutik-rachmawati-tips-berburu-beasiswa/ atau http://myspiritmap.blogspot.com/2010/04/tips-memulai-berburu-beasiswa.html.
Pada catatan ini, saya ingin membagi strategi berburu beasiswa yang lain, di mana pola ini berlaku bagi beasiswa ke luar negeri (bersaing dengan sesama WNI), maupun beasiswa yang diburu ketika kita di luar negeri (saingannya mahasiswa se-penjuru dunia). Yang ingin saya garisbawahi, pintar dengan Indeks Prestasi tinggi tentu saja menjadi prasyarat pendaftaran beasiswa, misalnya IPK minimal 3.00 skala 4.00, tetapi IP tinggi dan afiliasi dengan universitas ternama tidaklah cukup. Banyak faktor lain yang berperan dalam keberhasilan menembus seleksi beasiswa di atas, diantaranya:
1. Kelengkapan Dokumen
This is a must. Kalau dokumen tidak lengkap dan tidak mematuhi batas akhir pendaftaran, lupakan saja poin-poin berikut yang akan saya paparkan. Karena dokumen yang tidak lengkap akan langsung masuk tong sampah. Plung!
2. Rencana Penelitian
Setiap pemberi beasiswa mempunyai mission statement khusus tentang organisasinya, oleh karena itu perhatikan baik-baik apakah rencana penelitian kita selaras dengan misi organisasi mereka. Jikapun tidak sama persis, setidaknya carilah irisan (intersection) topic yang bisa memberikan kontribusi pada organisasi tersebut. Oleh karena itu, jangan lelah untuk mengubah bentuk atau mendesain ulang rencana penelitian. Tokh rencana penelitian akan selalu berubah-ubah tergantung pembimbing akademik kita.
Cara paling mudah untuk menyesuaikan rencana penelitian adalah dengan membaca baik-baik profil organisasi dan tujuan diberikannya beasiswa. Selain itu, perhatikan baik-baik profil penerima beasiswa tahun-tahun sebelumnya. Informasi ini biasanya mudah didapatkan di website penyelenggara beasiswa.

some of my High School memories :)


when we use our sport clothes


this is our batik uniform 


it's on Friday, we use Moslem clothes :)

Bagaimana Caranya Agar Diterima Di Harvard University?

and this is guys, i'll share it to you as a preference maybe :)

written by : Donny Eryastha
Sejak saya diterima di Harvard University, pertanyaan yang paling sering saya terima adalah: “Bagaimana caranya agar bias diterima di Harvard?”.  Salah satu kesulitan saya menjawab pertanyaan ini adalah tentunya tidak ada cara yang bisa otomatis menjamin pelamar diterima di Harvard. Selain itu, karena banyaknya program studi dan tingkatan pendidikan di Harvard University, sulit memberikan jawaban spesifik yang cocok untuk semua program. Karena itu, tulisan ini saya buat untuk dapat memberikan prinsip-prinsip umum yang diharapkan dapat membantu menjawab pertanyaan “Bagaimana caranya agar diterima di Harvard?”. Karena saya kuliah di program Master of Public Administration in International Development, tulisan ini mungkin lebih merefleksikan pengalaman melamar ke program sejenis.
  1. Persiapkan aplikasi secara keseluruhan
Saya sering sekali mendapat pertanyaan: “Nilai GRE-nya berapa, kok bisa diterima di Harvard?”. Atau komentar seperti: “Nilai GRE saya masih kurang, jadi saya belum berani melamar”. Yang selalu ditekankan oleh universitas seperti Harvard adalah mereka mempertimbangkan seluruh aspek aplikasi dalam memutuskan menerima seorang pelamar.  Semua hal, dari IPK (atau nilai rapor), reputasi sekolah asal, nilai GRE, nilai TOEFL, surat rekomendasi, esai aplikasi, profil pelamar, dipertimbangkan. Kita tidak tahu yang mana yang bobotnya lebih besar. Ini berbeda dengan sistem penerimaan mahasiswa di universitas (negeri) di Indonesia di mana satu-satunya penentu diterima atau tidaknya pelamar adalah nilai ujian tertulis.
Karena itu, pelamar ke universitas seperti Harvard perlu mempersiapkan semua aspek dalam aplikasinya sebaik mungkin, jangan hanya fokus untuk mendapatkan nilai tes (GRE, GMAT, TOEFL) yang tinggi, dan jangan takut melamar kalau merasa nilai tes masih kurang. Beberapa sekolah menampilkan data bahwa nilai tes rata-rata pelamar ke sekolah tersebut sangat tinggi. Hal ini wajar, karena universitas-universitas terbaik di dunia akan menarik pelamar yang terbaik pula. Karena sebagian besar pelamar nilai tesnya sudah baik, menurut saya, yang akan menentukan diterima atau tidaknya pelamar adalah komponen aplikasi lain yang dapat membedakan seorang pelamar dari mayoritas pelamar yang lain.
  1. Lupakan mitos-mitos yang tidak mendukung persiapan melamar
Komentar lain yang sering saya terima adalah: “Anak siapa sih, kok bisa diterima di Harvard?”. Atau, “Kemarin rekomendasinya dari presiden, ya?”, atau, “Sudah kenal sama professor di sana, ya?”. Saya tidak mengerti kenapa bisa ada mitos bahwa hanya bisa diterima di Harvard jika ada faktor-faktor X seperti anak orang penting atau rekomendasi diberikan presiden. Universitas seperti Harvard tidak menyebutkan ini sebagai salah satu hal yang mereka pertimbangkan, dan pelamar tidak perlu mengarang teori sendiri tentang bagaimana universitas memilih pelamar. Memusingkan hal ini hanya akan menjauhkan fokus dari hal-hal yang lebih bisa dipersiapkan (seperti menulis esai yang baik, atau belajar untuk tes) dan bisa membuat pelamar urung melamar jika merasa mereka bukan bagian dari segelintir orang yang dekat dengan orang-orang penting. Yang lebih penting lagi, jika pelamar ingin sukses berkuliah di universitas yang baik, sejak melamar perlu memiliki pola pikir bahwa universitas menilai pelamar berdasarkan kualitas pelamar, bukan hal-hal lain yang jauh dari kontrol pelamar, seperti ke dalam keluarga mana dia dilahirkan.